snow

Selasa, 05 Februari 2013

contoh laporan praktik kerja industri smk otomotif


LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI
DI
PT ASTRA INTERNATIONAL AUTO 2000 CIBIRU
Jl. SOEKARNO HATTA NO. 759 BANDUNG

Disusun Oleh :

MUHAIMIN
NIS: 0.9001134

   Bidang Keahlian     : Teknik Mesin
Program Keahlian   : Teknik Mekanik Otomotif


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YASMI GEBANG
Jl. MELAKA SARI, DESA MELAKASARI, KECAMATAN GEBANG,
KABUPATEN CIRABON

DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………    i
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………….  iii
Daftar Gambar………………………………………………………………………………………………….   v
Daftar Lampiran………………………………………………………………………………………………. vii
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………………………………..   1
1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Industri………………………………………………….   1
1.2 Landasan Hukum Praktik Kerja Industri………………………………………………   1
1.3 Tujuan Pembuatan Laporan Praktik Kerja Industri………………………………..   2
1.4 Tujuan Praktik Kerja Industri……………………………………………………………..   3
1.5 Uraian Pembatasan Materi Kegiatan Prakerin……………………………………….   4
1.6 Sistematika Penyusunan Laporan………………………………………………………..   4
BAB II Uraian Perusahaan…………………………………………………………………………………   6
2.1 Visi Dan Misi Perusahaan………………………………………………………………….   6
2.2 Sejarah Berdirinya Perusahaan……………………………………………………………   6
2.3 Struktur Organisasi Perusahaan…………………………………………………………..   8
2.4 Denah Dan Peta Perusahaan………………………………………………………………. 10
2.5 Peraturan Dan Kebijakan Perusahaan………………………………………………….. 11
BAB III Ladasan Teori……………………………………………………………………………………… 12
3.1 Uraian……………………………………………………………………………………………… 12
3.2 Pengenalan TCCS…………………………………………………………………………….. 12
3.3 System EFI………………………………………………………………………………………. 14
3.4 Fuel Pump……………………………………………………………………………………….. 26
3.4 Analisa System EFI tidak berfungsi optimal………………………………………… 27
3.5 Tanki bahan bakar…………………………………………………………………………….. 28
BAB IV Materi Kegiatan Prakerin……………………………………………………………………… 32
4.1 jenis/type produk………………………………………………………………………………. 32
4.2 jenis pekerjaan…………………………………………………………………………………. 32
4.3 tujuan pekerjaan……………………………………………………………………………….. 32
4.4 alat dan bahan………………………………………………………………………………….. 32
4.5 langkah kerja……………………………………………………………………………………. 33
4.6 gambar kerja…………………………………………………………………………………….. 35
BAB V Penutup………………………………………………………………………………………………. 39
5.1Kesimpulan………………………………………………………………………………………. 39
5.2 Saran-saran………………………………………………………………………………………. 40
5.3 Daftar pustaka………………………………………………………………………………….. 41
5.4 Daftar gambar………………………………………………………………………………….. 42
5.6 Daftar lampiran………………………………………………………………………………… 43


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Praktik Kerja Industri
          praktik kerja industri (prakerin) adalah merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian professional yang memadukan secara sistematik dan sinkronisasi program pendidikan di sekolah dan dunia usaha / dunia industri yang dilakukan dengan bekerja langsung pada dunia usaha / industri sehingga diperoleh satu tingkat keahlian professional tertentu yang dicapai siswa.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan skill dan teknik dapat dipelajari di sekolah sedangkan unsur kiat (arts) hanya dapat diperoleh melalui proses pembiasaan (habit formatting) , dan internalisasi lansung pada bidang profesi tersebut. Prakerin merupakan suatu program pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dirancang untuk menumbuhkan unsur kiat (arts) pada peserta didik dengan jalan memberikan kesempatan untuk terjun langsung pada bidang profesi.
1.2  Landasan Hukum Praktik Kerja Industri
Praktik kerja industri (Prakerin) yang merupakan bagian dari kurikulum di sekolah menengah kejuruan (SMK) berlandaskan kepada sejumlah perundang-undangan antara lain :
1.  PP Nomor  29 XI pasal 20 ayat yang berbunyi :  “penyelenggara sekolah menengah kejuruan dapat bekerja sama dengan masyarakat terutama dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumberdaya dalam rangka menunjang menyelenggarakan dan pembangunan pendididkan”.
2.  PP Nomor 39 Bab III pasal 48 yang berbunyi : “peranan serta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan untuk magang atau pelatihan kerja”.
3.  Keputusan mendikbud nomor 086/U/ 1993 Bab IV butir C1 (kurikulum 1994, SMK)
Yang berbunyi : sekolah menengah kejuruan dapat memilih pola penyelenggaraan pendidikan sebagai berikut :
a.  Menggunakan unit produksi (UP) sekolah yang beriorentasi secara professional sebagai wahana pelatihan kejuruan.
b.  melaksanakan sebagian kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan di sekolah dan sebagian lainnya di dunia usaha/industri (DU/DI).
c.  Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya di masyarakat dunia usaha dan industri.
1.3 Tujuan Pembuatan Laporan
Setelah siswa melaksanakan program Praktik Kerja Industri di Dunia Usaha/Dunia Industri, siswa diwajibkan membuat laporan hasil prakerin yang dilegalisasi oleh pihak sekolah dan pihak DU/DI.
Laporan pada dasarnya memuat seluruh kegiatan selama melakukan Prakerin yang bersumberkan dari journal atau agenda kegiatan harian. Pembuatan laporan harus selalu dikonsultasikan kepada pembimbing sekolah dan Pembimbing DU/DI. Bentuk  laporan disesuaikan dengan format ketentuan penulisan laporan yang dikeluarkan pihak sekolah.
Pembuatan Laporan pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bertujuan :
  1. Siswa mampu membuat laporan atau karya ilmiah sesuai dengan aturan dan kaidah yang benar.
  2. Dokumentasi pribadi dan sekolah sebagai sarana dan literature untuk menujang peningkatan pengetahuan dan wawasan.
  3. Siswa mampu membuat gagasan baru dan menuangkannya kedalam bentuk tulisan.
1.4  Tujuan Praktik Kerja Industri
Praktik kerja industri merupakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan melalui pengalaman kerja pada bidang profesi tertentu untuk para siswa SMK bertujuan:
1.  Memperkokoh Link dan Match (keterkaitan dan kesesuaian) antara program pendidikan di sekolah dan dunia kerja (dunia usaha)
2.  Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional
3.  Memberikan pengalaman dan penghargaan langsung terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan
4.  Memebekali siswa dengan pengalaman sebenarnya dalam dunia kerja sebagai persiapan dan bekal awal kemampuan guna menyeseuaikan diri dengan
(dunia usaha/dunia industri) DU/DI
5.  Memantaapkan disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas
6.  Mendorong siswa berjiwa interprineur (wirausaha)
7.  Menjajaki penempatan dan lowongan kerja untuk lulusan setelah siswa menyelesaikan program pendidikan dibangku sekolah
8.  Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian professional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan DU/DI
1.5  Uraian Pembatasan Materi Kegiatan Prakerin
Dalam pembahasan tentang materi agar tidak menyimpang keluar dari materi yang sebenarnya dan tidak terjadi kekeliruan. oleh karena itu, penulis membatasi materi dari suatu system bagian otomotif  yang sering terjadi permasalahan pada kendaraan yaitu mengenai service sistem bahan bakar electric ( electronic fuel injection)
 Diantaranya :
  • Mengetahui cara kerja dan tipe system EFI (electronic fuel injection)
  • Analisa  system EFI tidak berfungsi optimal
  • Overhoul fuel pump
1.6  Sistematika Penyusunan Laporan
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang praktik kerja industri
1.2 Landasan hukum praktik kerja industri
1.3 Uraian tujuan pembuatan laporan
1.4 Tujuan praktik kerja industri
1.5 Uraian pembatasan materi kegiatan prakerin
BAB II URAIAN PERUSAHAAN
2.1 Visi dan Misi Perusahaan
2.2 Sejarah Berdirinya Perusahaan
2.3 Struktur Organisasi Perusahaan/Divisi dan Fungsi
2.4 Peta dan Denah lokasi Perusahaan
2.5 Peraturan/ kebijakan perusahaan
BAB III LANDASAN TEORI
3.1  Uraian
3.2  Pengenalan TCCS
3.3  System EFI
3.4  Fuel pump
3.5  Tanki bahan bakar
BAB IV MATERI KEGIATAN PRAKERIN
1.  Jenis/type product
2.  Jenis pekerjaan
3.  Tujuan pekerjaaan
4.  Alat dan bahan yang digunakan
5.  Langkah kerja
6.  Gambar kerja
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Daftar pustaka
Daftar gambar
Daftar lampiran
BAB II
URAIAN PERUSAHAAN
2.1 VISI DAN MISI PERUSAHAAN

A. Visi perusahaan
VISI Auto 2000 adalah :
Menjadi dealer Otomotif terbaik di indonesia dengan proses dan pelayanan kelas dunia
B. Misi perusahaan
MISI Auto 2000 adalah :
1. memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan
2. mencapai pangsa pasar nomor satu untuk TOYOTA
3. menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi karyawan
4. menciptakan nilai tambah ekonomis bagi pemegang saham
2.2 SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN
A. Sejarah singkat dan bidang usaha perusahaan
Keberadaan dari PT. Astra international ini tak lahir begitu saja, melainkan melalui suatu tahapan-tahapan periode waktu tertentu sesuai dengan perkembangan perusahaan tersebut, tahapan-tahapan tersebut diantaranya sebagai berikut :
Pada periode 1970-1980
Periode ini tepatnya pada tanggal 12 april 1971 didirikan suatu perusahaan baru yang diberi nama PT. TOYOTA ASTRA MOTOR (PT. TAM), dimana modal usahanya adalah patungan antara ASTRA dan TOYOTA MOTOR COMPANY (TMC) dengan komposisi saham 49% dimiliki oleh Astra dan 51% dimiliki oleh TOYOTA MOTOR COMPANY (TMC). Dengan melihat perbandingan kepemilikan atas saham tersebut maka kepemilikan beralih menjadi PT. Astra international kepada PT. TOYOTA ASTRA MOTOR (TAM).
PT.Toyota Astra motor (TAM) ini hanya bertugas memproduksi saja tetapi tidak menjual langsung ke konsumen, sedangkan kendaraan Toyota tetap dipegang oleh PT. Astra international, inc melualui Toyota division sebagai penyalur utama (main dealer).
Dengan bantuan kerja sama PT. Toyota Astra Motor (TAM) selanjutnya pada tahun 1973, PT. Astra International, inc di tunjuk pula sebagai agen tunggal untuk produk-produk Daihatsu. Pada tanggal 1 september 1973, status Toyota division kemudian diubah menjadi motor vehicle division. Akibat terjadinya pemasaran kendaraan Toyota, maka pada tanggal 1 januari 1976 dibentuklah Astra Motor Sales (AMS), atas dasar akte notaris kartini mulyadi, SH No.195 Tanggal 30 juli 1975 dan no 52 Pada tanggal 10 Oktober 1975 , Astra Motor Sales (AMS) inilah yang dikenal menjadi penyalur utama (main dealer) kendaraan mobil merk Toyota hampir seluruh wilayah indonesia kecuali di wilayah jawa tengah . hal ini dikarenakan penyalurnya di pegang oleh PT. New Ratna Motor Semarang, riau dan pekan baru dipegang oleh  PT. Agung Concern, Sulawesi utara dan sekitarnya termasuk Irian jaya dipegang oleh Hadji Kaall maka motor vehicle division agen tunggal kendaraan Daihatsu saja. Karena pemasaraan mobil Toyota beralih pada Astra Motor Sales (AMS).
Periode tahun 1980-1990
Pada tahun periode ini Peugeot dan Renault ikut bergabung dengan PT. Astra International, inc disamping kendaraan merk lainnya seperti kendaraan merk BMW
 (6 oktober 1985), kendaraan Isuzu (maret 1988), dan kendaraan Fiat ( juni 1988). Pada tanggal 1 januari 1989 Toyota Astra Motor (TAM) melakukan kerja sama lagi dengan multi Astra dan Toyota Engine Indonesia sehingga kini PT. Toyota Astra Motor
 ( TAM ) merupakan gabungan dari empat perusahaan, hal ini merubah komposisi saham menjadi 50% dipegang PT. Astra international, inc dan 49% dipegang oleh PT, Toyota motor company (TMC). Dalam rangka persiapan go public maka pada bulan september 1989 PT. Astra international, inc menadakan resktrukturisasi perusahaan dalam Astra group menyederhanakan nama tersebut, maka pada bulan april 1990 namanya disebut AUTO 2000 untuk memudahkan mengingat namanya. AUTO 2000 merupakan tempat penjualan resmi authorized main dealer bagi kendaraan yang bermerk Toyota yang berpusat di jalan gaya baru III no. 03 jakarta 14330
B. Profil perusahaan
AUTO 2000 Sebagai dealer yang utama dan terbesar di indonesia, selain menawarkan bebagai produk kendaraaan bermotor bermerk Toyota juga menawarkan service dan sparepart (suku cadang). Sebagai komitmennya dalam bidang pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang memiliki kendaraan Toyota di seluruh indonesia. Jaringannya yang luas dan hubungannya dengan Toyota Motor Corporation Jepang, selalu menjamin adanya inovasi mutakhir dalam bidang Otomotif ini, semata-mata untuk mewujudkan komitmennya untuk menjadi yang terbesar dan yang terbaik dibidang otomotif. Dengan pengetahuan yang dimilikinya mengenai pasar local dan pengalaman yang profesional dalam mengelolanya telah memungkinkan AUTO 2000 secara terus menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanannya kepada konsumen serta masyarakat luas.
Kantor-kantor cabang utama AUTO 2000 tersebar secara merata di hampir seluruh wilayah indonesia, antara lain berada di : medan, padang, palembang, tanjung karang, bogor, jakarta, bandung, cirebon, surabaya, malang, jember, Denpasar, mataram, kupang, pontianak, dan balikpapan.
2.3 Struktur Organisasi Perusahaan/Divisi dan Fungsi
Peranan organisasi dalam suatu perusahaan tidak dapat dianggap kecil, Struktur organisasi dimaksudkan untuk memudahkan management dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Untuk dapat mencapai tujtuan, organisasi harus memiliki management yang baik dimana management adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya organisasi serta proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
2.3 Gambar Struktur Organisasi
Gambar 2.1
FUNGSI STRUKTUR ORGANISASI AUTO 2000 CIBIRU 2010

1.    Kepala bengkel         : memberi inputan-inputan pada instruktur dan  team,        pengontrol dan penilai kinerja team di bengkel.
2.    Instruktur                  : bertanggung jawab atas lancarnya flow service di bengkel, membentuk team kecil untuk mempermudah pengontrolan di setiap line, mencatat iregular yang terjadi di bengkel untuk kita improve bersama.
3.    Service advisor         : melayani customer yang akan melakukan service pada kendaraannya dengan ramah, profesional dan penuh sapaan.
4.    Pic booking & MRS   : melayani customer yang akan melakukan service melalui booking lewat telepon selular atau online.
5.    Foreman                    : membawahi teknisi, membuat team kecil di lapangan, media informan untuk teknisi apabila menemui trouble, melakukan final check pada kendaraan yang telah beres service.
6.    Mekanik THS            : melayani customer  yang menginginkan service di tempat, membereskan dokumen-dokumen service THS dan melakukan final check.
7.    Teknisi / mekanik      : melakukan general repair atau service berkala menurut perintah kerja bengkel yang telah ditentukan service advisor.
8.    Partsman                    : mempersiapkan spare part yang akan diganti sesuai data dari perintah kerja bengkel yang telah di request service advisor dengan cepat dan tepat.
9.    Adm gudang bahan   : mempersiapkan bahan,SST atau tools yang diminta mekanik.
10.                                                                       Adm service billing: mengatur dokumen penjualan unit.
11.    PDS                         : mempersiapkan segala keperluan untuk pengiriman unit yang terjual kepada customer (free delivery service)
12.    Service plus             : mencuci / membersihkan kendaraan yang telah beres service dan diserahkan ke service advisor.
2.4  Peta Dan Denah Lokasi Perusahaan
A.  Denah Auto 2000 Cibiru
Gambar 2.2 denah Auto 2000
B.  Peta Auto 2000 Cibiru
Gambar 2.3 peta lokasi Auto 2000
‘Keterangan  A adalah lokasi Auto 2000 Cibiru
2.5  Peraturan/Kebijakan Perusahaan
TUGAS KITA BERSAMA : LINGKUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (LK3) AUTO 2000 CIBIRU BANDUNG
1.    Disiplin sikap dan waktu
2.    Melaksanakan peraturan perundang lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan dengan cara ikut berperan aktif dalam melaksanakan LK3 secara terorganisasi dan terus-menerus
3.    Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja
4.     Menyelesaikan tugas sehari-hari secara konsisten sesuai dengan SOP (standart operational procedure) tugas dan tanggung jawabnya, agar tidak menimbulkan penyakit akibat kerja akibat kerja serta kecelakaan kerja (zero accident)
5.    Ikut memelihara keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan
6.    Menempatkan membuang limbah hasil proses kerja pada tempatnya, agar kita mampu mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan.
7.    Menggunakan sumber daya alam secara efisien, berusaha agar mencegah timbulnya aspek (sesuatu hal yang bisa membawa akibat hilangnya keselamatan dan kesehatan kerja) sehingga terwujud dengan produksi yang bersih
8.    Merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengembangkan kinerja lingkungan hidup, kesehatan dan keselamatan kerja secara terus–menerus melalui P2LK (panitia pembina lingkungan kesehatan dan keselamatan kerja)
9.  Jam kerja
a. hari senin sampai jum’at masuk jam 07.30 pulang jam 17.00,  sabtu masuk jam 07.30 pulang jam 14.00.
b. Hari minggu masuk (hanya piket minggu), dan hari raya libur (kecuali yang piket)
10.  Setiap karyawan pada jam kerja yang telah ditentukan tidak diperbolehkan istirahat.
11.  Kepada karyawan yang tidak masuk kerja pada hari kerja di haruskan melaporkan diri kepada pimpinan.
12.  Kepada semua karyawan tidak diperbolehkan merokok di area bengkel.
2.  Elemen mesin bensin
Mesin bensin menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran dan system yang merubah energi panas menjadi energi gerak (mekanis).
Ada 3 elemen penting agar mesin bensin dapat menghasilkan tenaga optimal diantaranya :
1. Campuran bahan bakar dan udara yang baik
2. Compresion yang baik
3. Loncatan api/pengapian yang baik



1.
Gambar  3.1 elemen mesin bensin
Untuk mendapatkan 3 elemen ini secara simultan perlu dilakukan control secara tepat terhadap formasi campuran bahan bakar dan udara serta waktu pengapian. Salah satu system control yang banyak digunakan pada mesin kendaraan saat ini adalah EFI (electronic fuel injection) yang menggunakan computer untuk mengontrol volume injeksi bahan bakar.
3.3 SYSTEM EFI / BAHAN BAKAR ELECTRONIC (Electronic fuel injection)
Mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karburator.  Pada mesin modern dengan menggunakan system EFI jumlah bahan bakar dicontrol lebih akurat oleh ECU dengan mengirimkan bahan bakarnya ke setiap silinder melalui injector.
Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang optimal disesuaikan dengan volume dan temperatur  udara yang masuk, kecepatan mesin, temperatur mesin, throttle position, pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe, dan kondisi penting mesin lainnya. ECU mengatur jumlah bahan bakar untuk dikirim ke mesin pada saat penginjeksian dengan perbandingan udara dan bahan bakar yang optimal berdasarkan kepada karakteristik kerja mesin. System EFI menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal pada setiap saat, berikut rangkaian system EFI pada kendaraan TOYOTA AVANZA ( K3-VE ) tipe E dan G.
Gambar 3.2 letak komponen system EFI
Gambar 3.3 rangkaian system EFI
MACAM-MACAM SYSTEM EFI (electronic fuel injection)
Sistem EFI dirancang untuk mengukur volume udara yang dihisap dan untuk mengontrol penginjeksian bahan bakar yang sesuai. Volume udara yang dihisap diukur langsung dengan tekanan udara dalam intake manifold (system D-EFI) atau dengan airflow meter pada (system L-EFI).
1.  System D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
Sistem D-EFI mengukur tekanan udara dalam intake manifold dan kemudian melakukan penghitungan jumlah udara yang masuk. Tetapi karena tekanan udara dan jumlah udara dalam intake manifold tidak dalam konvensi yang tepat, system D-EFI tidak begitu akurat dibandingkan dengan system L-EFI.



     Gambar 3.4 D-EFI .
2.  Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
Dalam system L-EFI, airflow meter langsung mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold. Airflow meter mengukur jumlah udara dengan sangat akurat, system L-EFI dapat mengontrol penginjeksian bahan bakar lebih tepat dibandingkan dengan D-EFI.
          Gambar 3.5  L-EFI .
Gambar 3.6  Presure intake manifold
Gambar 3.7 prinsip presure intake manifold
Gambar 3.8 water temperatur sensor
Gambar 3.9 intake air temp sensor
Gambar 3.10 throttle position sensor
Gambar 3.11 oxygen sensor
Gambar 3.12 camshaft position sensor
Gambar 3.13 crankshaft position sensor
Gambar 3.14 injector
Gambar 3.15 ISC rotary selenoid type
Gambar 3.16 ISC tipe stepper
                                                                                       Gambar 3.17 fuel pump turbin
Gambar 3.18 fuel pump assy
Gambar 3.19 pulsation dumper
Gambar 3.20 fuel return less
Gambar 3.21 grafik injeksi
3.4  Fuel Pump
  • Fuel Pump dipasang dan digabungkan dengan fuel filter, presure regulator, fuel sender gauge, dll.
  • Pump impeller diputar oleh motor untuk mengkompresikan bahan bakar .
  • Check valve tertutup saat pompa dihentikan untuk menjaga tekanan dalam jalur bahan bakar agar mesin mudah di-start kembali, apabila tidak ada tekanan residual, penguncian uap dapat dengan mudah terjadi pada suhu tinggi, menyebabkan mesin sulit di-start kembali.
  • Relief valve terbuka saat tekanan pada sisi outlet terlalu tinggi untuk mencegah tekanan bahan bakar menjadi terlalu tinggi.
  • Presure regulator mengontrol tekanan bahan bakar ke injektor supaya tetap konstan pada 2.9 kg/cm didalam delivery pipe.
  • Pulsation damper menggunakan diafragma untuk menyerap sedikit denyut tekanan bahan bakar yang dihasilkan oleh injeksi bahan bakar dan kompresi bahan bakar.
  • Injektor menginjeksi bahan bakar kedalam cylinder port intake sesuai dengan signal dari ECU mesin.
  • Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyingkirkan debu dan kotoran lain dari bahan bakar yang dikompresikan dalam pompa, sedangkan saringan pompa bahan bakar berfungsi untuk menyingkirkan debu dan kotoran lain dari bahan bakar sebelum memasuki pompa bahan bakar.
Kode sensor-sensor pada System Electronic Fuel Injection Toyota Avanza:
  1. Camshaft posision sensor (signal G)
  2. Cranksahaft posision sensor (signal NE)
  3. Presure intake manifold (signal PIM)
  4. Throttle posision sensor (signal IDL)
  5. Water temperatur sensor (signal THW)
  6. Knock sensor (signal KNK)
  7. Oxygen sensor (signal OX)
ANALISA SYSTEM EFI TIDAK BERFUNGSI OPTIMAL
1.            Pengecekan Pada EFI main relay.
2.            Pengecekan pada injector apakah bocor, tidak menginjeksi atau menginjeksi terus.
3.            Presure regulator apakah tekanan rendah.
4.            Fuel filter apakah kotor (tersumbat).
5.            Fuel pump apakah berfungsi baik.
3.5  Tangki bahan bakar
  • · Untuk mencegah bahan bakar meluap keluar, tangki dilengkapi dengan fuel reverse-flow prevention valves, cut-off valve dan fuel inlet. Dengan demikian tingkat keamanan lebih ditingkatkan saat kendaraan berputar atau saat pengisian bahan bahan baker.
  • Selain itu, pemasangan fuel inlet disiapkan dibagian belakang/bagian atas fuel tank. Sehingga keamananya juga lebih terjaga saat ditabrak belakang atau samping..
  • Kapasitas penuh tangki bahan bakar adalah 45 liter.



Gambar 3.22 tanki bahan bakar


4Spesifikasi 3
Fuel Capacity
45 liters
BAB IV
 KESELAMATAN KERJA

1.  Penampilan profesional
  1. Kenakan seragam yang bersih
  2. Selalu menggunakan safety shoes
  3. Menggunakan helm jika sedang berada di bawah kendaraan
  4. Menggunakan masker bila membersihkan komponen yang berdebu atau beracun
  5. Selalu tersedia lap bersih di saku
  6. Menggunakan alat pelindung diri dengan benar dan tepat
  7. Tidak menggunakan accesoris yang bisa membahayakan body kendaraan dan
              diri kita
h.    Tidak mengantungi logam yang bisa menggores body kendaraan
Gambar 4.1 penampilan profesional
2.  Penanganan dan perlakuan kendaraan secara hati-hati
a.  Selalu menggunakan fender, grill, seat cover dan floormet
b.  Kendarai kendaraan pelanggan dengan hati-hati
c.  Tidak menggunakan perlengkapan audio atau telepon mobil pelanggan
d.  Buang sampah dan kotak part dari kendaraan
Gambar 4.2 pelindung kendaraan
3.  Keselamatan kerja
  1. Gunakan peralatan dan perlengkapan lain (auto lift, dongkrak, gerinda, dll) dengan benar dan sesuai SOP (standart operational procedure)
  2. Berhati-hatilah terhadap api jangan merokok saat bekerja
  3. Jangan mengangkat benda yang terlalu berat dan membahayakan tulang belakang
  4. Selalu menggunakan alat pengaman diri
  5. Bekerja dengan tepat waktu
Gambar 4.3 keselamatan kerja
4.  Kebersihan kerja
  1. Letakan part-part lama dikantong plastik atau di kantong part kosong
  2. Letakan part-part bekas ditempat yang telah ditentukan (contoh : di lantai di depan tempat duduk penumpang depan kiri)
  3. Selalu menjaga kebersihan interior kendaraan pelanggan
Gambar 4.4 penyimpanan part bekas
MATERI KEGIATAN PRAKERIN

      1.       Jenis / Type product
Dalam laporan ini saya akan menjelaskan system EFI pada kendaran TOYOTA AVANZA (K3 VE).
      2.       Jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan yang saya akan bahas dalam laporan ini adalah mengenai overhaul fuel pump.
      3.       Tujuan pekerjaan
Memperbaiki kerja system EFI dengan prosedure yang berlaku untuk menegembalikan kondisi mesin yang optimal dan sesuai sfesifikasi pabrik
Alasan saya memilih bahasan ini karena pada akhir-akhir ini banyak kendaraan roda empat (mobil) khususnya yang sudah menggunakan system EFI, dan system EFI tidak bekerja, setelah dilakukan proses diagnosa menggunakan Inteligent Tester Toyota oleh mekanik senior tenyata trouble ada pada fuel pump (pompa bahan bakar).
      4.       Alat dan bahan yang digunakan
Alat yang digunakan :
  1. Car lift jenis 2 post lift
  2. Transmision jack
  3. Impact
  4. Inteligent tester 2
  5. Hand tools set mekanik
  6. Kunci moment kecil
  7. Sst (special service tools )
  8. Avo meter (multi tester)
  9. Fender, grill, seat cover dan floormet
  10. A.P.D /alat pengaman diri (sarung tangan, helm kerja, masker)
Bahan :
  1. Fuel pump new assy
  2. Bensin
  3. Wadah/bak besar, plastik besar
  4. Engine cleaner
  5. Tancho
  6. Vacum plug
  7. Toyota sealer

  1. 5.    Langkah kerja
A. Memeriksa system EFI tidak berfungsi optimal
Pada bagian ini menerangkan yang harus diperiksa sebelum overhoul fuel pump dilakukan.
1. cek fuse EFI pada junction blok apakah putus.
2. cek EFI main relay apakah berfungsi baik
3. isi throtlle body dengan bensin sebagai pemancing dan starter mesin,
Jika mesin hidup, positif sytem EFI tidak bekerja.
4. untuk lebih memastikan komponen apa yang tidak bekerja pada system EFI perlu dilakukannya diagnosa menggunakan inteligent tester.
5. setelah terdeteksi fuel pump tidak bekerja lakukan penggantian.
 B. Overhoul Fuel Pump
  1. Siapkan alat dan bahan.
    1. Posisikan kendaraan pada 2 post lift, pasang fender, grill, seat cover dan floormet.
    2. Lepas terminal min(-) baterai untuk keamanan mengurangi resiko arus pendek atau korsleting yang dapat memicu terjadi kebakaran.
    3. Buka tutup pengisian bahan bakar, untuk mengurangi penguapan dalam tanki.
    4. Naikan kendaraan pada posisi yang sesuai badan kita.
    5. Turunkan tanki bahan bakar secara perlahan dengan alat bantu transmision jack. (gunakan alat pengaman diri saat berada di bawah kendaraan).
      1. Lepas konektor pada tanki bahan bakar, selang, dan pipa-pipa yang terhubung dengan tanki bahan bakar.
      2. Lepas peredam panas tanki, lepas baut pengikat tanki dengan chasis dan body, turunkan tanki secara perlahan.
      3. Tandai sudut fuel pump dengan tanki sebelum dibuka.
      4. Lepas baut fuel pump secara silang dan berurut.
      5. Keluarkan fuel pump dari tanki bahan bakar, jaga jangan sampai ada benda asing masuk kedalam tanki bahan bakar, dan selalu perhatikan kebersihan stall dan kerapihan alat atau komponen yang di bongkar.
      6. Lepas pressure regulator dan fuel sender gauge dari fuel pump assembly.
  1. Pemasangan fuel pump
    1. Pasang pressure regulator dan fuel sender gauge pada fuel pump baru.
    2. Pasang fuel pump assy pada tanki bahan bakar, sejajarkan tanda pada fuel pump dan tanki bahan bakar.
    3. Kencangkan baut pengikat fuel pump dengan tanki bahan bakar secara silang dan berurut sesuai urutan pembongkaran.
    4. Naikan tanki bahan bakar menggunakan transmision jack secara perlahan.
    5. Kencangkan baut pengikat tanki bahan bakar dengan chasis dan body.
    6. Pasang peredam panas tanki dengan exhaust pipe.
    7. Pasang konektor, selang-selang dan pipa-pipa yang terhubung pada tanki bahan bakar pastikan pemasangan tepat dan benar.
    8. Turunkan transmision jack perlahan, dan kondisikan area kerja selalu bersih dan rapih.
    9. Pastikan bahwa tidak ada tools yang tertinggal dibawah kendaraan, lalu turunkan kendaraan perlahan dan tarik rem parkir sebelum lift turun penuh.
    10. Pasang Tutup pengisian bahan bakar dengan benar.
    11. Pasang terminal min(-) baterai dan kencangkan mur nya.
    12.  Starter mesin 3 sampai 4 kali pada awal, supaya tekanan bahan bakar kembali normal.
    13. Selalu perhatikan indicator lamp check engine, bila setelah di starter masih menyala ,terjadi kesalahan pada proses overhoul fuel pump, dan bila indicator mati berarti fuel pump atau system EFI bekerja normal.
    14. Warming up engine.
  1. 6.   Gambar Kerja
1. Fuel Pump Control
Apabila satu dari tiga kondisi ini ditampilkan, komputer akan meng-ON-kan fuel pump relay, sehingga menghidupkan fuel pump.
1) Selama dua detik setelah IG switch diputar ON (dengan terminal T di-OFF-kan):
2) Selama delapan detik setelah IG switch diputar ON (dengan terminal T di-ON-kan)
3) Selama dua detik setelah putaran mesin diterima (Pompa akan terus bekerja jika kecepatan putaran mesin lebih dari 20 rpm.).
4) Selama tiga detik setelah starter switch diputar  ON.
Gambar 4.5 fuel pump control
Dengan  menggunakan inteligent tester 2 toyota dapat mendeteksi system control mesin dengan DTC , Gunakan kartu chip untuk mesin K3 VE
Gambar 4.6 inteligent tester 2
              Cut of valve operation . dengan EFI T terminal masa dihubungkan ke pompa dan switch pada on dan tidak start.
Gambar 4.7 cut of valve
Pengecekan pada relief valve di berbagai kondisi.
Gambar 4.8 relief valve
Hubungkan atau jumper terminal EFI-T 12 dengan E 4 , pada terminal diagnose box, menggunakan kabel penyambung.
Gambar 4.9 DLC malfungtion
Putar switch kontak pada posisi ON dan (tidak di starter)
Selama 8 sampai 16 detik pompa sedang bekerja.
Dan 2 detik pompa sampai 16 detik jika switch pada on ( tidak di start)
Gambar 4.10 switch
4.2  Saran – saran
1. Penulis
  1. Untuk memasuki dunia industri dibutuhkan keterampilan yang baik
  2. Persiapan mental, kedisiplinan yang kuat agar dapat bersosialisasi dan mampu beradaptasi dengan dunia industri
  3. Dapat menaati semua peraturan yang berlaku
  4. Bersikap positif penuh semangat, kreatif, inisiatif dan inovatif dalam bekerja
2. Pengguna kendaraan
  1. Memperhatikan hal-hal yang ada pada buku service
  2. Service kendaraan di tempat service resmi
  3. Gunakan suku cadang yang dianjurkan
  4. Selalu memperhatikan gejala-gejala yang timbul pada kendaraan dan mesin
3. Pihak SMKN 7 baleendah
  1. Waktu prakerin diperpanjang supaya penulis bisa lebih mendapat ilmu
  2. Waktu praktik di bengkel diperpanjang
  3. Peralatan dan bahan praktik diperlengkap
  4. Banyaknya melakukan seminar yang didatangkan dari perusahaan untuk mengajar teknologi yang semakin cepat berkembang
  5. Optimilisasi pembimbingan pembuatan laporan
4.  Pihak Auto 2000 Cibiru
  1. Adanya kerja sama yang lebih baik dan optimal terhadap dunia pendidikan khususnya dengan SMKN 7 baleendah
  2. Adanya pengajar khusus untuk teori terhadap siswa yang melakukan prakerin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar